Tampilkan postingan dengan label Wawasan Kebangsaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan Kebangsaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2024

Sebentar lagi 28 Oktober!!! Yuk Kita Tanamkan Jiwa Sumpah Pemuda ke Anak Usia

 


         Ayah, Ibu saat ini kita sudah memasuki bulan Oktober dan sebentar lagi kita akan jumpa dengan tanggal 28. Tanggal 28 Oktober adalah tanggal yang digunakan untuk memperingati Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda menunjukkan tekad yang kuat untuk bersatu dan berjuang demi kemerdekaan Indonesia tanpa memandang perbedaan yang ada di Indonesia. Sumpah Pemuda lahir pada kongres pemuda kedua tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda menggambarkan tekad yang kuat dari pemuda tangguh Indonesia, yang bisa kita jadikan teladan untuk pembelajaran anak usia dini. 

Penanaman semangat Sumpah Pemuda bisa dilakukan sedini mungkin, tidak harus menunggu anak menginjak usia remaja. Dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita lakukan mulai dari mengajak anak berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengajarkan anak untuk mencintai tanah air Indonesia dengan menggunakan produk Indonesia, mengenal budaya Indonesia, dan beberapa nilai lain yang dapat mendukung anak untuk memahami bahwa kita bertanah air, berbangsa, dan berbahasa Indonesia.

Selain itu dapat juga di momen Hari Sumpah Pemuda ini kita mengajak anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat menyemarakkan hari sumpah pemuda seperti:
  • Mengajak anak melafalkan sumpah pemuda bersama sama
  • Melibatkan anak dalam lomba sumpah pemuda
  • Mengajak anak mengunjungi Museum
  • Memperlihatkan poster-poster sumpah pemuda kepada anak
Dengan berbagai kegiatan semarak ataupun kegiatan keseharian diharapkan anak memiliki semangat yang kuat menjadi pemuda yang tangguh, cinta tanah air, dan membela negara serta bangsanya

Jumat, 18 Oktober 2024

Yuk Kita Belajar Sejarah Batik di Indonesia

 

Proses pembuatan batik. Ilustrasi foto: timesindonesia.co.id

Halo anak-anak, sering kali kita temui batik di sekitar kita. Baik dipakai sebagai baju, celana, rok, selendang, motif kertas, atau yang lain. Tapi sudahkah kalian mengenal bagaimana asal mula batik di Indonesia? Mungkin orang tua kita pernah bercerita mungkin juga belum. Nah, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana sejarah batik. 

Batik berasal dari kata amba dan titik. Amba berarti menulis, dan titik berarti titik atau ujung yang digunakan untuk membentuk titik. Jika disimpulkan bermakna sebuah kain yang berisi banyak titik. Batik mulai muncul dan digunakan sejak abad ke 17 oleh nenek moyang kita. Pada kala itu batik yang banyak bercorak tanaman dan binatang. Lalu berubah menjadi motof candi dan awan. 

Batik di Indonesia dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit lalu pengembangan batik banyak dilakukan saat zaman Kesultanan Mataram dan Kasunan Surakarta. Kegiatan batik tertua berasal dari Ponorogo yang saat itu dinamai Wengker. Teknik batik dikenal sejak 1000 tahun lalu. Dari perkiraan yang ada teknik batik didapatkan dari Mesir Kuno atau Sumeria yang menyebar luas hingga Indonesia. Awalnya batik hanya dilakukan di kalangan keraton saja atau hanya dilakukan oleh raja, ratu, dan para pembesar. Namun berselangnya waktu batik digunakan di kalangan rakyat biasa. Sejak saat itu batik berkembang di seluruh Indonesia. Bahkan menjadi berbagai model dan digemari bangsa Indonesia hingga bangsa asing.


Minggu, 13 Oktober 2024

Yuk Kita Kenal Asal Mula Makanan Gudeg!

 

Gambar Gudeg Makanan Khas Yogyakarta. Ilustrasi foto: Liputan6.com

Halo anak-anak semuanya! pernahkah kalian memakan makanan seperti gambar diatas? Taukah kalian namanya? Yak benar namanya adalah Gudeg. Biasa banyak kita temukan saat kita melewati Daerah Wijilan. Di samping kanan dan kiri jalan kita temukan banyak warung yang menjual menu makanan gudeg. Gudeg ini makanan yang enak loh. Rasanya manis, ada gurih-gurihnya, dan sedikit pedas. Gudek biasanya berisi sayur nangka manis, areh, sayur santan tempe, sambal krecek pedas, dan lauk bisa ayam, telur, atau yang lain berasa manis. Gudeg juga biasanya disertai dengan cabai utuh. 

Pada zaman dahulu kala Alas Mentaok ditumbuhi dengan banyak pohon nangka. Lalu saat pembangunan Keraton, warga membabat Alas Mentaok. Karena saat itu tidak ada makanan yang berjumlah banyak warga merebus buah nangka muda dalam kuah santan menggunakan panci logam besar dan diaduk menggunakan kayu. Proses ini dalam bahasa jawa disebut dengan "hangudeg" bahasa Indonesianya berarti mengaduk. 

Seperti itulah kisah singkat asal mula makanan Gudeg, sekarang makanan gudeg menjadi makanan khas dari Yogyakarta dan digemari oleh banyak warga lokal maupun wisatawan. Kalau ada yang belum pernah mencoba, silahkan mencicipi Gudeg. Sekarang Gudeg juga tersedia dalam kemasan kotak, besek, kendi, dan kaleng

Minggu, 01 September 2024

MENGETAHUI HARI BESAR AGAMA DI INDONESIA

   HARI BESAR AGAMA DI INDONESIA


 1. ISLAM

Agama Islam merupakan agama yang menjadi mayoritas masyarakat di Negara Indonesia. Dalam ajaran Islam kitab suci yang digunakan adalah Al-Qur’an. Islam memiliki beberapa hari besar, diantaranya adalah :

  1. Idul Fitri atau yang lebih kita kenal dengan sebutan lebaran, yang pada tahun 2021 jatuh pada tanggal 13 Mei 2021.
  2. Idul Adha, yang pada tahun 2021 jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 dilakukan untuk memperingati peristiwa kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS.
  3. Tahun Baru Hijriyah, yang pada tahun 2021 jatuh pada tanggal 9 Agustus 2021. Perayaan ini dilakukan untuk terus mengingatkan umat Islam akan sejarah peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW.
  4. Isra Mi’Raj, yang pada tahun 2021 jatuh pada tanggal 11 Maret 2021. Perayaan ini dilakukan untuk memperingati perjalanan malam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

2. KRISTEN

Agama Kristen merupakan agama yang muncul pertama kali sekitar 2000 tahun yang lalu. Hari besar agama Kristen terdiri dari:
  1. Natal yang merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati kelahiran Yesus yang jatuh pada tanggal 25 Desember,
  2. Hari Paskah merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati kebangkitan Yesus.
  3. Pentakosta merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati pencurahan Roh Kudus yang dilakukan 50 hari setelah hari Paskah.
  4. Kenaikan Isa Almasih perayaan yang dilakukan untuk memperingati kenaikan Yesus yang dilakukan 40 hari setelah hari Paskah.
  5. Wafat Isa Almasih perayaan yang dilakukan untuk memperingati kematian Yesus yang dilakukan 3 hari setelah Paskah.

3. KATOLIK
Agama Katolik merupakan agama yang pertama kali muncul di kepulauan Maluku dengan adanya kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia dengan misi untuk mencari rempah-rempah. Para rakyat Maluku juga menjadi penganut pertama dari Agama Katolik di Indonesia. Hari besar agama Katolik terdiri dari:
  1. Natal sama seperti Kristen Protestan perayaan dilakukan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember.
  2. Hari Raya Santa Perawan Maria merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati kepercayaan Gereja bahwa Bunda Maria dikandung tanpa noda yang jatuh pada tanggal 8 Desember.
  3. Kenaikan Isa Al Masih merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga yang jatuh pada tepatnya hari ke 40 setelah Hari Paskah.
  4. Trihari Suci Paskah yang terbagi menjadi tiga hari suci yaitu Kamis Putih yang dilakukan untuk memperingati peristiwa Perjamuan Terakhir Yesus dengan muridnya, Jumat Agung yang dilakukan untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus di kayu salib, dan hari Paskah untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus.

4. HINDU
Agama Hindu datang pertama kali ke Indonesia melalui jaringan perdagangan yang terbentang dari Cina hingga India diperkirakan terjadi pada sekitar awal abad ke empat. Kemunculan Agama Hindu ditandai dengan berdirinya kerajaan Ktai dan Tarumanegara yang menganut nilai-nilai Hindu. Hari besar Agama Hindu terdiri dari:
  1. Nyepi merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati tahun Baru Saka yang dilakukan satu tahun sekali.
  2. Kuningan merupakan hari suci yang dirayakan setiap enam bulan sekali yang jatuh tepat setelah sepuluh hari perayaan hari Galungan.
  3. Galungan dirayakan setiap enam bulan sekali sebagai hari suci yang dilakukan sebagai perayaan kemenangan kebajikan melawan kebatilan.

5. BUDDHA
Kedatangan Agama Buddha di Indonesia terjadi pada abad ke lima Masehi, hal tersebut diperkirakan dengan melihat dari peninggalan prasasti-prasasti yang ditemukan. Hari besar Agama Buddha terdiri dari:
  1. Hari Waisak yang dilakukan oleh para pemegang Agama Buddha dalam memperingati kelahiran Buddha.
  2. Hari Magha merupakan perayaan yang dilakukan oleh para penganut Agama Buddha yang dirayakan dalam bentuk upacara keagamaan.
  3. Hari Asadha merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati pertama kalinya Buddha Gautama mengajarkan Dhamma kepada lima pertapa. 

6. KONGHUCHU
Ajaran Konfusius atau Konfusianisme yang kemudian berubah menjadi Khonghucu seperti yang kita ketahui sekarang pertama kali muncul di Indonesia terjadi pada abad ke 17, dimana salah satu buktinya terdapat bangunan tua di Pontianak yang digunakan sebagai tempat pemujaan bagi para penganut ajaran tersebut. Hari bsar Agama Konghuchu terdiri dari:
  1. Tahun Baru Imlek yang jatuh setiap tanggal satu bulan satu imlek. Dalam melakukan perayaan ini biasanya orang yang lebih muda memberikan salam kepada yang lebih tua.
  2. Cap Go Meh merupakan hari raya yang diperingati dengan melakukan upacaya sembahyang yang jatuh pada tanggal 15 bulan satu imlek sebagai bentuk ucapan terimakasih dan memulai kehidupan baru kepada Tuhan.
  3. Cheng Beng yang jatuh pada tangga 5 April atau bulan ketiga imlek merupakan kegiatan membersihkan makam dan menaka makam yang rusak.
Nah, seperti itulah penjelasan mengenai beragam Agama yang ada di Indonesia seperti Hari Perayaan Besar masing-masing. Keragaman Agama yang di Indonesia bukan menjadi sebuah sumber perpecahan bagi setiap masyarakatnya. Namun, menjadi suatu kekuatan bagi Negara Indonesia karena keberagaman tersebut dan sifat toleransi dari setiap agama.

Selasa, 23 Juli 2024

Pentingnya Menceritakan Kisah Kemerdekaan Kepada Anak Usia Dini

 

Orang tua menceritakan kisah ke anak usia dini. Ilustrasi foto: hellosehat.com


            Menceritakan kisah kemerdekaan kepada anak usia dini memiliki banyak manfaat yang tak ternilai harganya. Kisah-kisah perjuangan para pahlawan dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air. Anak-anak yang memahami sejarah negaranya cenderung memiliki rasa nasionalisme yang kuat sejak dini. Melalui cerita tentang perjuangan kemerdekaan, anak-anak dapat belajar tentang keberanian, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai ini penting untuk perkembangan karakter mereka. Selain itu, mengenal sejarah kemerdekaan membantu anak-anak memahami konteks budaya dan sejarah negaranya. Pengetahuan ini bisa menjadi fondasi yang kuat bagi pendidikan mereka di masa depan. Kisah pahlawan juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak. Mereka dapat belajar dari tokoh-tokoh sejarah yang berani dan gigih, yang mungkin memotivasi mereka untuk mencapai hal-hal besar dalam hidup mereka sendiri.

              Untuk menceritakan kisah kemerdekaan kepada anak-anak, penting untuk menyajikannya dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
  1. Pastikan bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh anak-anak.
    Hindari penggunaan istilah yang terlalu kompleks atau teknis.
  2. Gunakan Media Visual
    Gambar, ilustrasi, dan buku bergambar bisa sangat membantu dalam menarik perhatian anak-anak. Mereka cenderung lebih mudah mengingat cerita yang disertai dengan visual menarik.
  3. Libatkan Anak dalam Cerita
    Ajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam cerita. Misalnya, dengan menanyakan pendapat mereka tentang apa yang dilakukan oleh pahlawan atau meminta mereka membayangkan diri mereka berada di masa tersebut.
  4. Bercerita dengan Penuh Ekspresi
    Gunakan ekspresi wajah, suara, dan gerakan tubuh untuk membuat cerita lebih hidup. Ekspresi yang dramatis dapat membantu anak-anak lebih terlibat dan memahami emosi yang terkandung dalam cerita.
  5. Gunakan Permainan dan Aktivitas
    Setelah bercerita, ajak anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan cerita. Misalnya, membuat kerajinan tangan, menggambar pahlawan, atau bermain peran sebagai pahlawan kemerdekaan.
  6. Ceritakan Kisah yang Relevan dengan Kehidupan Mereka
    Hubungkan kisah kemerdekaan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Misalnya, menceritakan tentang pahlawan lokal atau peristiwa sejarah yang terjadi di daerah mereka.
Menceritakan kisah kemerdekaan kepada anak usia dini bukan hanya tentang menyampaikan sejarah, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai dan rasa cinta terhadap tanah air. Dengan cara yang kreatif dan menarik, orang tua dapat membantu anak-anak memahami pentingnya perjuangan kemerdekaan dan menginspirasi mereka untuk menjadi generasi yang menghargai dan membanggakan negaranya.

Rabu, 17 Juli 2024

LAGU DAERAH : MENTHOK-MENTHOK

 MENTHOK-MENTHOK

 


Ayo kita nyanyi bersama-sama...

Menthok, menthok, tak kandhani
Mung rupamu, angisin-isini
Mbok ya aja ngetok, ana kandhang waé
Énak-énak ngorok, ora nyambut gawé
Menthok, menthok
Mung lakukumu megal-megol gawé guyu

Menthok, menthok, tak kandhani
Mung rupamu, angisin-isini
Mbok ya aja ngetok, ana kandhang waé
Énak-énak ngorok, ora nyambut gawé
Menthok, menthok
Mung lakukumu megal-megol gawé guyu


LAGU DAERAH : PADHANG BULAN

 PADHANG BULAN


Ayoooo kita bernyanyi bersama-sama...

Yo 'pra konco dolanan ning njobo

padhang bulan padhange koyo rino

Rembulane ne sing ngawe-awe

ngelingake ojo podho turu sore

 

Yo 'pra konco dolanan ning njobo

padhang bulan padhange koyo rino

Rembulane ne sing ngawe-awe

ngelingake ojo podho turu sore


Halooo Ayah bunda... sudah klik Lagu yang kami buat? iyaaaa, tentu itu untuk mengajarkan anak Lagu Padang Bulan.. seru kan??Next lagu apalagi yaa?

Kamis, 06 Juni 2024

Mengenalkan Simbol Pancasila untuk Anak Usia Dini

 

Simbol Pancasila. Ilustrasi foto: kompansia.com

Ayah, Ibu sudahkah buah hati kita mengenal simbol pancasila di usia 44 bulan? Di usia ini anak sudah mampu mengenal gambar, sudah mampu mengidentifikasikan batas garis pada gambar. Maka ayah ibu bisa mengnalkan gambar Simbol Pancasila ke ananda. Terkadang ananda mampu menyebutkan gambar namun belum bisa secara tepat dan spesifik. Disinilah tugas ayah ibu untuk mengenalkan simbol Pancasila kepada anak usia dini. Beberapa anak sering menyebutkan simbol pohon beringin, mereka hanya menyebutkannya dengan kata pohon saja. Hal ini jika tidak dikenalkan sejak dini bahwa itu adalah pohon beringin maka akan membuat pemahaman anak berkembang. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga panduan bagi kita semua dalam berperilaku sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengenalkan simbol Pancasila kepada anak-anak kita yang masih usia dini. Ajarkan anak untuk menyebutkan secara lengkap misal bintang, rantai emas, pohon beringin, kepala banteng, padi dan kapas. Agar anak memahami secara mendalam berikan penjelasan ringan pada setiap simbolnya:

  1. Bintang (Ketuhanan Yang Maha Esa)
    Ajak anak berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas harian. Jelaskan bahwa bintang di Pancasila melambangkan cahaya yang membimbing kita untuk selalu mengingat Tuhan dalam setiap tindakan. Anda bisa membuat kerajinan bintang bersama anak dan menggantungnya di kamar mereka sebagai pengingat.
  2. Rantai emas (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)
    Buat permainan yang melibatkan kerjasama, seperti puzzle atau permainan estafet sederhana. Jelaskan bahwa setiap orang dalam permainan itu penting, seperti setiap mata rantai yang saling terhubung. Hal ini mengajarkan tentang pentingnya menghargai setiap orang, tidak peduli latar belakang mereka.
  3. Pohon Beringin (Persatuan Indonesia)
    Tanam pohon atau bunga bersama anak di halaman rumah. Jelaskan bahwa pohon beringin di Pancasila adalah simbol kekuatan dan ketahanan Indonesia. Dengan menanam pohon, anak diajarkan tentang pentingnya merawat lingkungan dan menjaga persatuan dengan alam.
  4. Kepala Banteng (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan)
    Saat ada keputusan kecil yang harus diambil di rumah, seperti memilih menu makan malam atau warna cat kamar, libatkan anak dalam diskusi. Gunakan ini sebagai kesempatan untuk mengajarkan mereka tentang pentingnya berbicara dan mendengarkan pendapat orang lain, seperti kepala banteng yang melambangkan kekuatan dalam kebijaksanaan.
  5. Padi dan Kapas (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
    Saat memberi anak makan atau pakaian, ceritakan tentang pentingnya setiap orang memiliki makanan yang cukup dan pakaian yang layak. Buat kegiatan berbagi makanan ke tetangga atau sumbangan pakaian ke panti asuhan. Ini adalah cara praktis untuk mengajarkan tentang keadilan sosial.
Dengan mengajarkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan sehari-hari, nilai-nilai tersebut akan lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Ingat, pembelajaran yang paling efektif adalah yang terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari dan dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Selamat mengajarkan nilai luhur bangsa kepada generasi penerus kita


Minggu, 12 Mei 2024

Cerita Suku Madura

 

Lelaki memakai pakaian adat Madura. Ilustrasi foto: goodnewsfromindonesia.id

Pernahkah kalian berjalan-jalan dan bertemu dengan penjual sate yang cara membakarnya unik. Atau kita mendengar cara berbicaranya berbeda dengan kita yang tinggal di Kota Yogyakarta. Pernahkah kalian membeli makanan ringan di toko kelontong yang biasa disebut dengan toko madura?. Pasti pernah ya, sekali atau dua kali bahkan sering. Mereka adalah saudara kita yang berasal dari suku Madura. Disini kita akan mengenal suku Madura. Siapakah sebenarnya suku madura itu?

Suku Madura adalah suku yang berasal dari pulau madura. Walaupun madura masuk dalam wilayah Jawa Timur, bahasa yang digunakan oleh suku madura adalah bahasa Madura bukan bahasa Jawa. Maka dari itu kita sering mendengar logat yang berbeda dengan logat kita yang tinggal di Yogyakarta. Kalau kata "Madura" sendiri berasal dari bahasa Sasekerta yang bermakna permai, indah, moleh, lemah lembut, dan ramah tamah. Namun juga ada yang mengatakan bahwa Madura diambil dari suatu daerah di India yang beriklim kering mirip dengan Madura yang ada di Indonesia. 

Pakaian adat yang digunakan suku madura biasanya menggunakan baju sakera dan destar selain itu biasa juga menggunakan odheng sebagai penutup kepala. Pakaian yang biasanya digunakan berwarna hitam dan baju loreng merah putih di dalamnya. Berbeda dengan perempuan, perempuan menggunakan  hiasan kepala berupa tusuk konde berwarna emas dan berbentuk seperti busur. Salah satu ujungnya seperti bentuk uang dolar dan dilengkapi dengan hiasan kaki biasa disebut bingel.

Suku Madura memiliki rumah adat yang disebut dengan Tanean Lanjhang. Tanean Lanjhang ini begitu unik. Tanean Lanjhang artinya halaman yang panjang. Halaman panjang ini berisi beberapa keluarga. Rumah adat ini terinspirasi dari nilai falsafah mereka. 

Begitulah kisah singkat tentang Suku Madura, selain Suku Madura masih banyak suku yang lain dan tidak kalah menariknya dengan Suku Madura. Lain kali kita akan ulas tentang Suku lain yang ada di Indonesia 



Kamis, 18 April 2024

LAGU NASIONAL : BAGIMU NEGERI

 


Sudahkah Ayah Bunda melihat Video Lagu Bagimu Negeri diatas ?

Musik nya sangat Indah ya AyBun? dan sangat pelan-pelan sekali bisa mengajarkan anak-anak lebih fokus dengan lagunya serta anak juga bisa belajar membaca liriknya.

Berikut ini ada liriknya yang bisa diajarkan kepada anak-anak AyBund :)

Padamu Negeri Kami Berjanji

Padamu Negeri Kami Berbakti

Padamu Negeri Kami Mengabdi

Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami

Bagus yaa... Next kita akan bernyanyi apalagi yaaaa... 

Rabu, 13 Maret 2024

Mengenal 7 Pahlawan Nasional melalui Uang Kertas

 

Source: www.bi.go.id

Halooo Ayah Bunda...
Ayah Bunda pasti tau kan kalau uang kertas yang ada di Indonesia sekarang keluar versi terbarunya pada 18 Agustus 2022, walaupun untuk versi yang lama juga masih bisa digunakan.

Ayah Bunda disini sudah tau belum jika kita bisa mengenalkan Pahlawan Indonesia melalui Uang. Iya uang yang bisa kita gunakan untuk belanja dan transaksi lainnya.
Ayah Bunda bisa mengajarkan buah hati kita dirumah dengan menyebutkan bahwa di uang yang biasa untuk belanja kita itu adalah Pahlawan Indonesia. Melalui hal sederhana benda yang ada disekitar kita mampu membuat anak kita belajar tentang Wawasan Kebangsaan.

1. Uang Rp 100.000,-

Ayah Bunda... 
Pada uang Rp. 100.000,- ini kita bisa belajar tentang Pahlawan Ir. Soekarno dan Muh. Hatta, beliau merupakan Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia.
Selain itu juga ada gambar Garuda Pancasila disebelah kanan atas. Lalu ada Peta Kepulauan Indonesia dibawahnya.

Dibagian belakang terdapat gambar Tari Topeng Betawi yang disandingkan gambar Pulau Raja Ampat, dan atasnya terdapat gambar Bunga Anggrek.

2. Uang Rp 50.000,-

Ayah Bunda... 
Pada uang Rp. 50.000,- ini kita bisa belajar tentang Pahlawan Nasional Republik Indonesia yaitu Ir. Djuanda Kartawidjaja.  
Selain itu juga ada gambar Garuda Pancasila disebelah kanan atas. Lalu ada Peta Kepulauan Indonesia dibawahnya.

Dibagian belakang terdapat gambar Tari Legong yang disandingkan dengan keindahan alam Pulau Komodo, dan diatasnya terdapat gambar Bunga Jepun Bali.

3. Uang Rp 20.000,-

Ayah Bunda... 
Pada uang Rp. 20.000,- ini kita bisa belajar tentang Pahlawan Nasional Republik Indonesia yaitu Dr. G.S.S.J. Ratulangi.
Selain itu juga ada gambar Garuda Pancasila disebelah kanan atas. Lalu ada Peta Kepulauan Indonesia dibawahnya.

Dibagian belakang terdapat gambar Tari Gong, yang disandingkan keindahan alam Derawan, dan diatasnya terdapat gambar Bunga Anggrek Hitam.

4. Uang Rp 10.000,-

Ayah Bunda... 
Pada uang Rp. 10.000,- ini kita bisa belajar tentang Pahlawan Nasional Republik Indonesia yaitu Frans Kaisiepo.
Selain itu juga ada gambar Garuda Pancasila disebelah kanan atas. Lalu ada Peta Kepulauan Indonesia dibawahnya.

Dibagian belakang terdapat gambar Tari Pakarena, disandingkan dengan gambar keindahan alam Taman Nasional Wakatobi, dan diatasnya terdapat gambar Bunga Cempaka Hutan Kasar.

5. Uang Rp 5.000,-

Ayah Bunda... 
Pada uang Rp. 5.000,- ini kita bisa belajar tentang Pahlawan Nasional Republik Indonesia yaitu Dr. K.H. Idham Chalid. 
Selain itu juga ada gambar Garuda Pancasila disebelah kanan atas. Lalu ada Peta Kepulauan Indonesia dibawahnya.

Dibagian belakang terdapat gambar Tari Gambyong, disandingkan dengan keindahan alam Gunung Bromo, diatasnya terdapat gambar Bunga Sedap Malam.

6. Uang Rp 2.000,-

Ayah Bunda... 
Pada uang Rp. 2.000,- ini kita bisa belajar tentang Pahlawan Nasional Republik Indonesia yaitu Mohammad Hoesni Thamrin. 
Selain itu juga ada gambar Garuda Pancasila disebelah kanan atas. Lalu ada Peta Kepulauan Indonesia dibawahnya.

Dibagian belakang terdapat gambar Tari Piring, disandingkan dengan keindahan alam Ngarai Sianok, diatasnya terdapat gambar Bunga Jeumpa.

7. Uang Rp 1.000,-

Ayah Bunda... 
Pada uang Rp. 1.000,- ini kita bisa belajar tentang Pahlawan Nasional Republik Indonesia yaitu Cut Meutia.
Selain itu juga ada gambar Garuda Pancasila disebelah kanan atas. Lalu ada Peta Kepulauan Indonesia dibawahnya.

Dibagian belakang terdapat gambar Tari Tifa, disandingkan dengan keindahan alam Banda Neira, dan diatasnya terdapat gambar Bunga Anggrek Laut. 

Bagaimana Ayah Bunda...
Dengan uang kertas kita bisa belajar tentag pahlawan dan tarian asli indonesia loh...


Minggu, 25 Februari 2024

Menyanyikan Lagu Garuda Pancasila untuk Anak Usia Dini

 

Gambar Garuda Pancasila
Ayah, Ibu saat ini anak lebih mudah mengenal lagu-lagu yang sedang viral daripada lagu kebangsaan Indonesia. Padahal lagu kebangsaan Indonesia memiliki banyak manfaat untuk anak usia dini. Misalnya Lagu Garuda Pancasila. Lagu tersebut adalah lagu yang singkat, dengan musik ceria, namun memiliki makna. Lagu tersebut mudah untuk dihafalkan anak usia dini. Namun sayangnya beberapa dari orang tua justru lupa megajarkan lagu tersebut pada anak. Padahal mengajarkan lagu Garuda Pancasila memiliki beberapa manfaat seperti: 

  1. Mengajarkan Patriotisme dan Nasionalisme: Lagu Garuda Pancasila merupakan simbol kebangsaan Indonesia. Mengajarkan anak-anak lagu ini dapat membantu mereka mengembangkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap negara mereka sejak dini. Hal ini penting untuk membentuk sikap patriotisme dan nasionalisme.
  2. Memahami Nilai-Nilai Pancasila: Lagu ini mencerminkan nilai-nilai dasar Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengajarkan lagu ini dapat membantu anak-anak memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut.
  3. Identitas Bangsa: Lagu Garuda Pancasila membantu membangun identitas nasional dan meresapi keberagaman budaya Indonesia. Anak-anak dapat belajar menghargai perbedaan dan merasa bagian dari satu bangsa yang besar.
  4. Pengenalan Simbol Negara: Lagu ini merupakan bagian dari identitas nasional Indonesia, dan mengajarkannya kepada anak-anak adalah cara untuk memperkenalkan simbol-simbol negara, seperti lambang Garuda dan Pancasila. Ini membantu mereka mengenali dan menghargai simbol-simbol tersebut.
  5. Pengembangan Keterampilan Sosial: Belajar menyanyikan lagu bersama dapat menjadi kegiatan sosial yang baik. Anak-anak dapat belajar bekerja sama, mendengarkan, dan berkomunikasi dengan teman-teman sebaya mereka saat menyanyikan lagu bersama.

Dengan mengajarkan anak-anak usia dini lagu Garuda Pancasila, kita dapat membantu membentuk fondasi kuat untuk pembentukan karakter mereka, mengembangkan rasa nasionalisme, dan memupuk sikap positif terhadap negara mereka.


Selasa, 20 Februari 2024

5 Panca Karakter


Hai Ayah Bunda...

        Dalam rangka menguatkan pendidikan karakter bagi anak-anak di Kota Yogyakarta, Parenting Kebangsaan mendukung program Panca Karakter melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Menggunakan Si Kumbang (Kartu Tumbuh Kebangsaan), Parenting Kebangsaan Badan Kesatuan Banga dan Politik Kota Yogyakarta menerapkan nilai-nilai wawasan kebangsan sejak usia dini.

Panca Karakter ini adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.

Panca karakter adalah 5 karakter yang harus dimiliki dan tertanam dalam diri:

1. Religius
    Aspek religius adalah yang berkaitan dengan agama, diharapkan setiap anak mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yakni dengan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain.

     Pada Kartu SiKumbang Parenting Kebangsaan juga terdapat Tugas Perkembangan pada Si Kumbang (Kartu Tumbuh Kebangsaan) yang merupakan penanaman jiwa yang religius yaitu Menyebutkan nama kegiatan ibadah; Menirukan gerakan ibadah dan doa; Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah; Meniru sikap saat bersalaman; Memahami kapan mengucapkan salam, maaf, tolong, terima kasih; Mengetahui agama yang dianutnya;  Toleransi terhadap agama orang lain; Mengenal tata krama dan sopan santun .

2. Nasionalis 

    Aspek nasionalis adalah sikap yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

    Pada Kartu SiKumbang Parenting Kebangsaan juga terdapat Tugas Perkembangan pada Si Kumbang (Kartu Tumbuh Kebangsaan) yang merupakan penanaman jiwa yang nasionalis yaitu Mendengarkan dan menyanyikan lagu daerah; Menyebutkan nama hewan asli Indonesia; Mengenal gambar pahlawan; Menyebutkan gambar garuda pnacasila; menirukan gerakan hormat pada bendera; Menyanyikan lagu nasional. Tugas perkembangan yang ada di Si Kumbang secara tidak langsung menanamkan jiwa nasionalis.

3. Mandiri

    Aspek ketiga adalah aspek mandiri, dalam penanaman aspek ini sekolah akan mengajarkan agar anak-anak agar tidak bergantung pada orang lain. Serta membantu mereka belajar mempergunakan tenaga, waktu, dan pikiran untuk mewujudkan cita-cita dan keinginannya.

    Pada Kartu SiKumbang Parenting Kebangsaan juga terdapat Tugas Perkembangan pada Si Kumbang (Kartu Tumbuh Kebangsaan) yang merupakan penanaman sikap mandiri yaitu Anak mulai mencoret-coret dikertas; Mampu menggosok gigi sendiri; Menyebutkan berbagai macam kegunaan benda; Mengutarakan pendapat kepada orang lain; Mampu buang air besar dan kecil tanpa bantuan; Menceritakan kembali cerita yang pernah didengar.

    Sikap mandiri dalam Kartu Si Kumbang merupakan sikap mandiri yang dilakukan oleh anak balita usia 0-5 tahun.

4. Gotong Royong

     Aspek gotong royong, anak-anak harus mengetahui bahwa dengan gotong royong semua persoalan jika dikerjakan bersama akan jadi lebih ringan dan mudah diselesaikan. Mengerti konsep persahabatan, dan dengan ikhlas memberi bantuan untuk teman yang membutuhkan, gotong royong ini juga bisa tentang pengambilan keputusan. Anak-anak akan diajarkan bagaimana berkomitmen atas keputusan yang telah diambil bersama-sama. Mereka juga akan mengenal apa itu musyawarah untuk mufakat, tolong menolong, empati, dan solidaritas.

     Pada Kartu SiKumbang Parenting Kebangsaan juga terdapat Tugas Perkembangan pada Si Kumbang (Kartu Tumbuh Kebangsaan) yang merupakan penanaman sikap gotong royong yaitu Meniru sikap saat bersalaman; Berain bersama teman; Mengutarakan pendapat kepada orang lain; Terbiasa membuang sampah pada tempatnya.

     Sikap gotong royong pada anak usia dini lebih kepada rasa peduli menjadi hal utama saat anak bermain bersama, misalnya melihat teman yang sedang kesusahan, anak tersebut langsung membantu temannya yang membutuhkan bantuan. Berbagi juga menjadi bagian dasar dalam menumbuhkan jiwa bergotong royong pada anak. Berbagi ini dapat dimulai dari hal sederhana misanya berbagi mainan, berbagi makanan, dll. Serta saat mereka terlibat ada banyak hal yang mereka bantu dan meringankan beban/kerja orang lain. Begitupun saat ia sendiri yang sedang membutuhkan bantuan, maka kehadiran bantuan temannya akan sangat bermakna baginya.

5. Integritas

     Dan yang terakhir adalah aspek integritas, poin yang satu ini menjadi nilai yang merupakan upaya menjadikan anak-anak menjadi orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, perbuatan, dan pekerjaan. Integritas meliputi penanaman rasa tanggung jawab sebagai warga negara, dan mengajak mereka aktif terlibat dalam kehidupan sosial.

     Pada Kartu SiKumbang Parenting Kebangsaan juga terdapat Tugas Perkembangan pada Si Kumbang (Kartu Tumbuh Kebangsaan) yang merupakan penanaman sikap Integritas yaitu Terbiasa membuang sampah pada tepatnya; Mengenal tata krama dan sopan santun sesuai nilai sosial; Berkata jujur.

     Perlu ditanamkan sejak dini bahwa setiap orang harus konsisten dalam tindakan dan perkataan, dengan berdasarkan pada kebenaran.

     Panca Karakter tersebut harus ditanamkan sejak usia dini, dan peran orang tua juga sangat berpengaruh dalam menciptakan karakter tersebut, sama seperti penanaman wawasan kebangsaan yang diunggulkan dalam Parenting Kebangsaan yang harus kita terapkan sejak dini.

     Parenting Kebangsaan dan Panca karakter dalam kehidupan sehari-hari memang harus ditanamkan sejak dini. Kita bisa membantu memperkuat pemahaman dan karakter anak kita terkait panca karakter tersebut dimulai dari rumah. Dengan begitu sekolah bisa bersinergi menciptakan generasi masa depan yang lebih baik lagi.


Berapa Jumlah Provinsi di Indonesia ya?

 


Hallo AyahBunda…

Apakah Ayah Bunda sudah mengetahui berapa Provinsi di Indonesia?

Berikut ini beberapa Provinsi di Indonesia :

  1. Nanggroe Aceh Darussalam (Ibu Kota Banda Aceh)
  2. Sumatera Utara (Ibu Kota Medan)
  3. Sumatera Selatan (Ibu Kota Palembang)
  4. Sumatera Barat (Ibu Kota Padang)
  5. Bengkulu (Ibu Kota Bengkulu)
  6. Riau (Ibu Kota Pekanbaru)
  7. Kepulauan Riau (Ibu Kota Tanjung Pinang)
  8. Jambi (Ibu Kota Jambi)
  9. Lampung (Ibu Kota Bandar Lampung)
  10. Bangka Belitung (Ibu Kota Pangkal Pinang)
  11. Kalimantan Barat (Ibu Kota Pontianak)
  12. Kalimantan Timur (Ibu Kota Samarinda)
  13. Kalimantan Selatan (Ibu Kota Banjarbaru)
  14. Kalimantan Tengah (Ibu Kota Palangkaraya)
  15. Kalimantan Utara (Ibu Kota Tanjung Selor)
  16. Banten (Ibu Kota Serang)
  17. DKI Jakarta (Ibu Kota Jakarta)
  18. Jawa Barat (Ibu Kota Bandung)
  19. Jawa Tengah (Ibu Kota Semarang)
  20. Daerah Istimewa Yogyakarta (Ibu Kota Yogyakarta)
  21. Jawa Timur (Ibu Kota Surabaya)
  22. Bali (Ibu Kota Denpasar)
  23. Nusa Tenggara Timur (Ibu Kota Kupang)
  24. Nusa Tenggara Barat (Ibu Kota Mataram)
  25. Gorontalo (Ibu Kota Gorontalo)
  26. Sulawesi Barat (Ibu Kota Mamuju)
  27. Sulawesi Tengah (Ibu Kota Palu)
  28. Sulawesi Utara (Ibu Kota Manado)
  29. Sulawesi Tenggara (Ibu Kota Kendari)
  30. Sulawesi Selatan (Ibu Kota Makassar)
  31. Maluku Utara (Ibu Kota Sofifi)
  32. Maluku (Ibu Kota Ambon)
  33. Papua Barat (Ibu Kota Manokwari)
  34. Papua (Ibu Kota Jayapura)
  35. Papua Tengah (Ibu Kota Nabire)
  36. Papua Pegunungan (Ibu Kota Jayawijaya)
  37. Papua Selatan (Ibu Kota Merauke)
  38. Papua Barat Daya (Ibu Kota Sorong)

        Sudah disebutkan bahwa indonesia mempunyai 38 Provinsi. Sampaikan kepada anak-anak di rumah bahwa Indonesia mempunyai 38 Provinsi. Sangat banyak bukan? 

Namun, parenting kebangsaan lahir di Kota Pendidikan yaitu Kota Yogyakarta. Hayoooo siapa di sini yang lahir dan sekarang tinggal di Kota Yogyakarta ?

Yogyakarta adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah berdiri sejak 1755. Sejak sebelum Indonesia merdeka, Kota Yogyakarta sudah menjadi saksi penting atas sejumlah peristiwa bersejarah di Indonesia. Salah satunya Kongres Wanita Indonesia.

        Sementara itu, pasca-kemerdekaan, Yogyakarta telah dipandang sebagai pusat perjuangan, pusat pendidikan, hingga pusat kebudayaan. Oleh sebab itu, tidak heran apabila Yogyakarta menyandang sejumlah julukan, termasuk julukan sebagai Kota Pelajar atau Kota Pendidikan.

Julukan ini diduga berasal dari banyaknya pusat-pusat pendidikan yang berdiri di Yogyakarta. Pusat-pusat pendidikan itu secara otomatis menarik minat para pelajar dari daerah lain untuk menuntut ilmu di sana. asilitas pendidikan yang lengkap akan menarik minat para pelajar untuk menuntut ilmu di kota ini.

        Dalam rangka menguatkan pendidikan karakter bagi anak-anak di Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta meluncurkan program Panca Karakter. Parenting Kebangsaan akan mendukung Panca Karakter ini dalam menanamkan wawasan kepada anak usia dini. Panca Karakter ini dinilai telah mencakup semua aspek pendidikan karakter yang diharapkan dapat terbentuk dan tertanam di jiwa setiap anak. Panca Karakter ini adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.


Minggu, 04 Februari 2024

Mengenalkan Musik Daerah pada Anak Usia Dini

 

Anak belajar memainkan musik daerah: Ilustrasi Foto: kemenparekraf.go.id

        Ayah, Ibu. Perkembangan anak usia dini merupakan masa kritis yang secara sengaja membentuk kemampuan kognitif, emosional, dan sosial anak. Di antara berbagai aspek yang mempengaruhi fase perkembangan ini, stimulasi pendengaran memiliki peran dalam meningkatkan pengalaman sensorik anak. Pentingnya mengenalkan lagu daerah kepada anak-anak telah mendapat perhatian dalam penelitian terbaru (Alodokter, AyahBunda.co.id, Nutriclub, Kompasiana, Siedoo, Kompasiana, Haibunda.com). Meningkatnya minat ini menggaris bawahi perlunya eksplorasi komprehensif mengenai dampak mengenalkan anak pada musik tradisional, khususnya melodi budaya lokal, terhadap keterampilan mendengarkan dan perkembangan mereka secara keseluruhan.

        Fokus utama dari pembahasan ini adalah untuk menguji tahap perkembangan mendengarkan pada anak usia dini dan keuntungan spesifik yang terkait dengan memperkenalkan lagu daerah kepada bayi. Tujuan pembahasan ini mencakup memahami nuansa kemampuan pendengaran anak-anak di usia dini, menjelaskan berbagai manfaat yang didapat dari mendengarkan lagu-lagu tradisional, dan menggambarkan metode efektif untuk memperkenalkan music daerah kepada bayi.

       Saat ini jarang sekali kita dengar lagu-lagu daerah di putarkan di sekolah atau di kalangan anak usia dini. Bahkan music yang sering diperdengarkan adalah music dewasa seperti music koplo, music romantisme, dan music-musik yang kurang sesuai dengan usia anak. Gaya belajar anak terbagi menjadi 3 macam yaitu gaya visual, kinestetik, dan auditori. Saat anak belajar melalui gaya auditori maka ia akan belajar dari apa yang ia dengar. Ayah ibu dapat meperdengarkan anak dengan hal-hal yang positif dan edukatif. Sangat disayangkan jika di usia emas anak kita memperdengarkan hal yang kurang bermanfaat bagi anak. Disini lagu tradisional memiliki peran sebagai suatu hal yang dapat diperdengarkan untuk anak usia dini. Manfaat memperdengarkan lagu tradisional ini bermacam-macam, seperti:

  1. Memperkenalkan budaya daerah
  2. Mengajarkan kehidupan yang luhur
  3. Membangkitkan nasionalisme
  4. Meningkatkan daya pikir dan kreativitas bagi anak
  5. Memetik Pesan positif
  6. Menambah kosa kata bagi anak

      Memperkenalkan musik daerah pada anak usia dini dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan edukatif. Berikut adalah metode yang efektif untuk memperkenalkan musik daerah kepada anak-anak usia dini:

  1. Pilihkan Lagu yang Bersifat Edukatif dan Ceria, Ayah Ibu bisa memilih lagu-lagu daerah yang memiliki lirik yang bersifat edukatif dan ceria. Pastikan lagu-lagu tersebut memiliki melodi yang menarik dan cocok untuk anak-anak.
  2. Gunakan Alat Musik Tradisional, Ayah Ibu bisa mengenalkan alat musik tradisional yang digunakan dalam musik daerah tertentu. Setelah itu, beri kesempatan anak untuk mencoba memegang dan menciptakan suara dengan alat-alat tersebut.
  3. Libatkan Gerak Tubuh, gabungkan gerak tubuh dengan musik untuk menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan. Ajak anak menari atau bergerak sesuai ritme musik daerah yang sedang diputar.
  4. Ceritakan Asal Usul Lagu dan Tradisi, saat menyanyi Ayah Ibu bisa menceritakan tentang asal usul lagu dan tradisi musik daerah yang dinyanyikan. Atau bisa dengan memberikan konteks budaya dan sejarah untuk menumbuhkan pemahaman lebih lanjut.
  5. Kegiatan Mendengarkan Aktif, selain menyanyikan lagu, ajak anak untuk mendengarkan rekaman musik daerah. Lalu ajak anak untuk berdiskusi tentang perbedaan dan keunikan musik dari setiap daerah.
  6. Ajak Anak Menyaksikan Pertunjukan Musik dan Lagu Daerah, saat ada pertunjukan musik atau pentas daerah Ayah Ibu bisa mengajak anak untuk menyaksikan. Setiap Tahunnya Forum Pembauran Kebangsaan bagian dari Kesbangpol Kota Yogyakarta mengadakan kegiatan Parade Seni yang menampilkan seluruh budaya daerah di Indonesia. Dari kegiatan semisal ini anak dapat belajar langsung dari mereka dan merasakan keberagaman musik daerah.
  7. Kreasi Musik Sendiri, ajak anak-anak untuk menciptakan musik mereka sendiri dengan inspirasi dari musik daerah. Berikan mereka ruang untuk berekspresi dan berkreasi.
  8. Aktivitas Visual, Sertakan elemen visual seperti gambar atau video yang menggambarkan keindahan dan kekayaan budaya dari daerah tersebut.
  9. Buat Program Teater Pendek, Buat program teater pendek yang menggabungkan musik daerah, gerak tubuh, dan narasi. Anak-anak dapat berperan dalam pertunjukan tersebut. Disini Ayah Ibu bisa mengusulkan ke lembaga sekolah atau mengusulkan ke posyandu, bkb, dan wilayah setempat untuk mengadakan program ini.
  10. Berikan Penghargaan dan Pujian, Berikan penghargaan kepada anak-anak yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan memperkenalkan musik daerah. Pujilah mereka untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan kata-kata positif.
  11. Lakukan Kegiatan Rutin, Jadwalkan kegiatan memperkenalkan musik daerah secara rutin untuk membangun konsistensi dan keberlanjutan.

 Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya akan mengembangkan apresiasi terhadap keberagaman musik daerah, tetapi juga memahami aspek-aspek budaya yang terkait dengan musik tersebut.

Sumber refrensi: Alodokter, AyahBunda.co.id, Nutriclub, Kompasiana, Siedoo, Kompasiana, Haibunda.com


Minggu, 14 Januari 2024

Ada berapa Pulau di Indonesia?

 


Ayah Bunda...

Sudah tau belum jika Indonesia merupakan Negara Kepulauan?

Indonesia adalah negara kepulauan. Terdapat 17.504 (Tujuh belas ribu lima ratus empat) pulau yang termasuk ke dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Sementara pada data 2023 yang dipaparkan "Ethnologue" justru berjumlah 17.508 Pulau, yang dihuni sub suku besar sejumlah 360an, dengan 720 bahasa daerah. 

Namun, telah ditetapkan bahwa ada 5 Pulau terbesar di Indonesia, yaitu :

1. Pulau Papua

Ayah Bunda...Luas Pulau Papua mencapai 785.753 km². Bentuk pulau yang menyerupai burung Cenderawasih ini menjadi pulau terbesar kedua di dunia. Penduduk asli Papua disebut sebagai Orang Asli Papua (OAP), yaitu terdiri dari beragam suku bangsa tersebar di seluruh wilayah Papua. Sebelumnya, pulau ini terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.


2. Pulau Kalimantan

Apakah Ayah Bunda tau jika dulunya Pulau Kalimantan dulunya sering disebut dengan nama Borneo ini termasuk pulau terbesar di Indonesia dengan luas 743.330 km². Pulau ini dikuasai oleh tiga negara, yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, serta Indonesia. Indonesia membagi wilayah di Pulau Kalimantan menjadi lima provinsi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Pulau Kalimantan memiliki batas laut sebelah barat dengan Selat Karimata, sebelah timur dengan Selat Makassar, sebelah selatan dengan Laut Jawa, dan sebelah utara dengan Laut China Selatan.


3. Pulau Sumatera

Pulau Sumatera memiliki luas mencapai 473.481 km², terbagi dengan 9 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung. Pulau ini memiliki iklim tropis dan ada berbagai binatang yang dilindungi seperti Harimau Sumatera, Badak Sumatera, serta Gajah Sumatera.

Ayah Bunda ternyata Batas sebelah selatan Pulau Sumatera adalah Kepulauan Mentawai, Utara adalah negara Malaysia dan Singapura, timur adalah Pulau Kalimantan, dan barat adalah negara India. Pulau Sumatera dikelilingi dengan pantai dan gunung yang indah seperti pantai Sorake di Sumatera Utara dan gunung Kembar di Aceh.


4. Pulau Sulawesi

Pulau terbesar di Indonesia keempat yaitu Pulau Sulawesi yang mencapai luas 174.600 km². Memiliki zona dalam Waktu Indonesia Tengah (WITA), pulau ini memiliki penduduk mencapai 19 juta jiwa di tahun 2018 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Laut Sulawesi berbatasan langsung dengan Laut Flores di daerah utara, selatan dengan Laut Sulawesi, barat dengan Selat Makassar, dan timur dengan Laut Banda. Ada enam provinsi yang berada di dalam Pulau Sulawesi: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

Ayah bunda, ternyata Pulau Sulawesi memiliki salah satu gunung tertinggi di Indonesia bernama Latimojong dengan ketinggian 3.478 meter, dan juga pantai yang indah seperti Tanjung Bira di Sulawesi Selatan.


5. Pulau Jawa

Ayah Bunda tinggal Pulau Jawa kah? Ternyata Pulau Jawa berada pada nomor lima yang menjadi pulau terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 128,297 km². Pulau ini memiliki enam provinsi dan juga pulau-pulau kecil di sekitarnya, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten.

Pulau Jawa berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Sunda dan Pulau Sumatera di barat, dan Selat Bali dan Pulau Bali di timur.


Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pulau_di_Indonesia_menurut_provinsi 

https://www.detik.com/bali/berita/d-6572800/ketahui-jumlah-pulau-di-indonesia-dan-lokasi-pulau-terbesar. 


Rabu, 03 Januari 2024

Apa saja Hewan asli Indonesia ?

 


Ayah Bunda... pasti sudah tahu bahwa negara kita Indonesia ini merupakan negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau dengan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah satwa endemik (asli). Jadi bukan hewan yang berada disekitar kita seperti hewan peliharaan atau hewan ternak. Satwa endemik sama saja dengan hewan endemik, yang pada dasarnya adalah hewan asli yang berhabitat di suatu daerah tertentu. 


Lalu apa saja hewan asli Indonesia? Waaaaaow sangat penasaran..

Berikut ini beberapa contoh hewan asli Indonesia:

a. Harimau Sumatera

Ciri utama dari harimau sumatera adalah ukuran tubuhnya yang mana lebih kecil dibandingkan jenis harimau pada umumnya, serta memiliki corak loreng hitam gelap.

b. Badak Sumatera

Saat ini keberadaan Badak menjadi punah akibat perburuan liar untuk diambil culanya. Cula badak sumatera ini dipercaya dapat menjadi obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun sebenarnya tidak ada penelitian ilmiah yang terkait akan kepercayaan tersebut. Ditambah lagi, susunan dalam cula badak itu serupa dengan kuku dan rambut manusia, sehingga jelas tidak memiliki khasiat penyembuhan apapun.

c. Orangutan

Di Indonesia, terdapat tiga spesies orangutan sebagai hewan endemik, yakni orangutan sumatera, orangutan kalimantan, dan orangutan tapanuli. Ketiga spesies ini termasuk dalam daftar hewan dilindungi sebab hutan tempat tinggal mereka selalu menjadi sasaran pembabatan hutan secara liar.

d. Gajah Lampung

Gajah Sumatra ini memiliki ukuran yang lebih kecil daripada gajah afrika. Jumlah populasi dari gajah sumatera yang tersisa adalah sekitar 2.400-2.800 ekor, tetapi jumlahnya semakin menurun akibat perburuan liar yang marak terjadi akhir-akhir ini.

e. Komodo



f. Elang Jawa

Apakah Elang merupakan lambang negara Indonesia yakni Garuda itu adalah penjelmaan dari elang jawa? Sebenarnya, Burung Garuda yang berukuran besar itu tidak ada di dunia nyata, sebab merupakan hewan mitologi. Namun, burung Garuda dapat kita lihat kok sebab merupakan penjelmaan dari elang jawa.

h. Burung Maleo

Burung maleo merupakan satwa endemik yang tak akan bisa ditemui di tempat lain di dunia. Fauna asli Indonesia ini memiliki bulu warna hitam dengan bulu bagian bawah yang berwarna merah muda keputihan. Kulit di sekitar matanya berwarna kuning, paruhnya warna jingga keabuan dan memiliki tinggi sekitar 55 cm. Uniknya, burung maleo hanya bertelur sebutir dalam setiap musim, hal itu pula yang membuat keberadaan satwa ini kian mengalami kepunahan.

i. Burung Cendrawasih

Warga lokal menganggap burung ini adalah reinkarnasi peri yang terbang di sekitar hutan Papua. Ada sekitar 30 spesies cenderawasih di Indonesia dan 28 di antaranya bisa ditemukan di tanah Papua, beberapa di antaranya seperti cenderawasih kuning kecil, cenderawasih botak, cenderawasih raja, dan cenderawasih merah.

j. Tarsius

Tarsius adalah hewan endemik yang memiliki bentuk tubuh unik, yakni berupa tulang tarsal yang memanjang dan membentuk pergelangan, sehingga dapat membuatnya melompat pada jarak 3 meter dari satu pohon ke pohon lain. Tarsius adalah jenis hewan nokturnal, sehingga mereka akan melakukan aktivitas berupa berburu mangsa ketika malam hari. Sasaran mangsanya adalah jangkring, burung kecil. kelelawar, dan reptil kecil.