Senin, 21 Oktober 2024

Sebentar lagi 28 Oktober!!! Yuk Kita Tanamkan Jiwa Sumpah Pemuda ke Anak Usia

 


         Ayah, Ibu saat ini kita sudah memasuki bulan Oktober dan sebentar lagi kita akan jumpa dengan tanggal 28. Tanggal 28 Oktober adalah tanggal yang digunakan untuk memperingati Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda menunjukkan tekad yang kuat untuk bersatu dan berjuang demi kemerdekaan Indonesia tanpa memandang perbedaan yang ada di Indonesia. Sumpah Pemuda lahir pada kongres pemuda kedua tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda menggambarkan tekad yang kuat dari pemuda tangguh Indonesia, yang bisa kita jadikan teladan untuk pembelajaran anak usia dini. 

Penanaman semangat Sumpah Pemuda bisa dilakukan sedini mungkin, tidak harus menunggu anak menginjak usia remaja. Dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita lakukan mulai dari mengajak anak berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengajarkan anak untuk mencintai tanah air Indonesia dengan menggunakan produk Indonesia, mengenal budaya Indonesia, dan beberapa nilai lain yang dapat mendukung anak untuk memahami bahwa kita bertanah air, berbangsa, dan berbahasa Indonesia.

Selain itu dapat juga di momen Hari Sumpah Pemuda ini kita mengajak anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat menyemarakkan hari sumpah pemuda seperti:
  • Mengajak anak melafalkan sumpah pemuda bersama sama
  • Melibatkan anak dalam lomba sumpah pemuda
  • Mengajak anak mengunjungi Museum
  • Memperlihatkan poster-poster sumpah pemuda kepada anak
Dengan berbagai kegiatan semarak ataupun kegiatan keseharian diharapkan anak memiliki semangat yang kuat menjadi pemuda yang tangguh, cinta tanah air, dan membela negara serta bangsanya

Jumat, 18 Oktober 2024

Yuk Kita Belajar Sejarah Batik di Indonesia

 

Proses pembuatan batik. Ilustrasi foto: timesindonesia.co.id

Halo anak-anak, sering kali kita temui batik di sekitar kita. Baik dipakai sebagai baju, celana, rok, selendang, motif kertas, atau yang lain. Tapi sudahkah kalian mengenal bagaimana asal mula batik di Indonesia? Mungkin orang tua kita pernah bercerita mungkin juga belum. Nah, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana sejarah batik. 

Batik berasal dari kata amba dan titik. Amba berarti menulis, dan titik berarti titik atau ujung yang digunakan untuk membentuk titik. Jika disimpulkan bermakna sebuah kain yang berisi banyak titik. Batik mulai muncul dan digunakan sejak abad ke 17 oleh nenek moyang kita. Pada kala itu batik yang banyak bercorak tanaman dan binatang. Lalu berubah menjadi motof candi dan awan. 

Batik di Indonesia dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit lalu pengembangan batik banyak dilakukan saat zaman Kesultanan Mataram dan Kasunan Surakarta. Kegiatan batik tertua berasal dari Ponorogo yang saat itu dinamai Wengker. Teknik batik dikenal sejak 1000 tahun lalu. Dari perkiraan yang ada teknik batik didapatkan dari Mesir Kuno atau Sumeria yang menyebar luas hingga Indonesia. Awalnya batik hanya dilakukan di kalangan keraton saja atau hanya dilakukan oleh raja, ratu, dan para pembesar. Namun berselangnya waktu batik digunakan di kalangan rakyat biasa. Sejak saat itu batik berkembang di seluruh Indonesia. Bahkan menjadi berbagai model dan digemari bangsa Indonesia hingga bangsa asing.


Minggu, 13 Oktober 2024

Yuk Kita Kenal Asal Mula Makanan Gudeg!

 

Gambar Gudeg Makanan Khas Yogyakarta. Ilustrasi foto: Liputan6.com

Halo anak-anak semuanya! pernahkah kalian memakan makanan seperti gambar diatas? Taukah kalian namanya? Yak benar namanya adalah Gudeg. Biasa banyak kita temukan saat kita melewati Daerah Wijilan. Di samping kanan dan kiri jalan kita temukan banyak warung yang menjual menu makanan gudeg. Gudeg ini makanan yang enak loh. Rasanya manis, ada gurih-gurihnya, dan sedikit pedas. Gudek biasanya berisi sayur nangka manis, areh, sayur santan tempe, sambal krecek pedas, dan lauk bisa ayam, telur, atau yang lain berasa manis. Gudeg juga biasanya disertai dengan cabai utuh. 

Pada zaman dahulu kala Alas Mentaok ditumbuhi dengan banyak pohon nangka. Lalu saat pembangunan Keraton, warga membabat Alas Mentaok. Karena saat itu tidak ada makanan yang berjumlah banyak warga merebus buah nangka muda dalam kuah santan menggunakan panci logam besar dan diaduk menggunakan kayu. Proses ini dalam bahasa jawa disebut dengan "hangudeg" bahasa Indonesianya berarti mengaduk. 

Seperti itulah kisah singkat asal mula makanan Gudeg, sekarang makanan gudeg menjadi makanan khas dari Yogyakarta dan digemari oleh banyak warga lokal maupun wisatawan. Kalau ada yang belum pernah mencoba, silahkan mencicipi Gudeg. Sekarang Gudeg juga tersedia dalam kemasan kotak, besek, kendi, dan kaleng