Mengucap salam merupakan salah satu cara komunikasi sesama manusia. Mengucap salam juga menjadi kebiasaan yang dianggap baik oleh masyarakat Indonesia. Melalui pengucapan salam akan terjalin hubungan yang baik antar satu individu dengan individu yang lain. Mengucap salam tidak akan terjadi begitu saja jika tidak dibiasakan sejak dini. Maka anak usia dini juga perlu dibiasakan mengucap salam. Mengucap salam termasuk kegiatan sederhana namun memiliki beberapa manfaat untuk anak usia dini. Diantaranya memperkenalkan mereka kepada nilai kesopanan, menghargai orang lain, dan juga membangun kemampuan komunikasi. Jika dirinci berikut manfaat mengajarkan anak usia dini mengucap dan menjawab salam:
- Mengembangkan ketrampilan sosial, saat anak mengucap dan membalas salam maka anak akan melakukan interaksi yang positif dengan orang lain. Selain itu mengucap salam juga melatih anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
- Mengajarkan sopan santun dan etika, saat anak mengucap salam maka menunjukkan ia menghargai orang lain. Salam menjadi bentuk penghormatan terhadap orang lain dan ia juga belajar norma yang berlaku di kehidupan masyarakat untuk keseharian
- Meningkatkan ketrampilan bahasa dan komunikasi, melalui salam setidaknya anak belajar kosa kata baru
- Menumbuhkan empati dan rasa peduli, jika anak mengucap salam kepada orang lain maka bisa dijadikan indikator bahwa anak tersebut memiliki kepedulian terhadap orang lain.
- Membangun kebiasaan positif, mengucap salam bukan suatu hal yang buruk. Maka jika anak terbiasa mengucap salam maka anak akan terbiasa melakukan hal baik.
Salam yang umumnya dilakukan adalah salam selamat pagi, siang, sore, atau malam. Selain salam yang menyatakan waktu ada juga salam yang digunakan sebagai identitas agama. Berikut salam yang digunakan di berbagai agama yang ada di Indonesia:
- Islam: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
- Kristen: Salam sejahtera bagi kita semua
- Katolik: Shalom
- Hindu: Om Swastiastu
- Buddha: Namo Budhhaya
- Konghucu: Salam Kebajikan